Friday, 10 January 2014

Manfaat Istirahat dan Tidur

Masyarakat dewasa ini dipenuhi dengan individu-individu yang merasa letih dalam perjuangan untuk mempertahankan “perlombaan” hidup menjadi nomor 1.  Di Indonesia perasaan lelah termasuk dalam 10 alasan utama mengapa seseorang mengunjungi dokter.  Setiap tahun diperkirakan 3,3 juta orang Amerika berkunjung ke dokter disebabkan oleh insomnia (susah tidur).  Statistik menunjukkan  sebanyak  80% orang Amerika mempunyai masalah yang berhubungan dengan kesulitan untuk tidur, yang hampir bersamaan dengan  tempat lainnya.

Kita sungguh membutuhkan istirahat!  Manfaat istirahat selain memberikan  pemulihan bagi tubuh kita yang letih, juga menyediakan waktu yang cukup bagi tubuh kita untuk mengembalikan tenaga yang telah dipakai.  Ada dua macam istirahat yang diperlukan tubuh kita, yaitu istirahat harian dan istirahat mingguan.


beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari beristirahat harian dan istirahat mingguan, mengistirahatkan badan dari kegiatan kerja. kebutuhan istirahat tidur

I S T I R A H A T   H A R I A N


Mengapa tubuh kita memerlukan istirahat harian?  Setiap hari tubuh kita melakukan kegiatan sebagai berikut:
  • jantung berdenyut sebanyak 110.000 kali, 
  • kita berbicara beribu-ribu kata, 
  • kita bernafas sebanyak 28.000 kali, 
  • kita menggerakkan otot-otot utama beratus kali, 
  • otak kita menjalankan kegiatan dari 15 – 20 billion sel otak 
  • dan darah diedarkan sepanjang berjuta-juta kilometer melalui pembuluh darah arteri maupun vena dan kapiler.  Tidak heran kita perlu tidur sebagai istirahat harian kita.

Kebutuhan tidur seseorang berbeda-beda untuk setiap orang.  Seorang bayi membutuhkan tidur rata-rata selama 20 jam per hari.  Anak yang berusia antara 3-5 tahun membutuhkan 10-12 jam tidur dalam sehari.  Anak remaja berumur sekitar 12 tahun membutuhkan hanya sekitar 9 jam tidur per hari.  Orang dewasa membutuhkan sekitar 8 jam tidur per hari.  Apakah kebutuhan rata-rata ini adalah kebutuhan yang optimal tergantung kepada individu tersebut.  Breslow dan Belloc dalam Alameda County study yang terkenal itu  mendapatkan bahwa individu yang tidur sebanyak 8 – 9 jam per hari menunjukkan kesehatan yang lebih baik daripada orang yang tidur kurang atau lebih dari waktu tersebut.  Sekali-sekali ditemukan pengecualian dalam hal ini seperti Ben Franklin dan Thomas Edison yang hanya memerlukan 4 atau 5 jam tidur sehari.

Banyak yang hanya tidur beberapa jam pada malam hari, namun mengambil waktu untuk tidur sebentar beberapa kali sepanjang hari.  Sebaliknya, Albert Einstein memerlukan paling sedikit 9 jam tidur pada malam hari.

Kalau begitu pertanyaan yang perlu kita tanyakan ialah: “Bagaimanakah Anda tahu bahwa Anda telah tidur secukupnya?”  Para pakar tidur menyatakan bahwa kebutuhan tidur seseorang sudah dianggap cukup, jika ia tidak merasa mengantuk keesokan harinya maupun sempoyongan, dan merasa segar serta cukup sigap dalam melakukan aktivitas hariannya.  Para mahasiswa ataupun siswa yang belajar sepanjang malam untuk menghadapi ujian mereka, sering menderita konsekwensi kekurangan tidur (sleep deprivation) yang dimanifestasikan dengan angka yang lebih inferior.  Bilamana pekerjaan Anda tidak mengizinkan Anda untuk memperoleh cukup tidur pada malam hari, maka keesokan harinya kegiatan Anda di tempat kerja akan dilakukan dengan tidak seteliti mungkin.
     
Menurut penyelidikan yang dilakukan di dalam laboratorium tidur, dengan menggunakan electroencephalograph yang mencatat kegiatan listrik otak selama tidur, didapatkan 2 tipe utama dari tidur yakni: 1) Non Rapid Eye Movement (NREM) Sleep, yang dibutuhkan untuk istirahat fisik, 2) Rapid Eye Movement (REM) Sleep, yang dibutuhkan untuk istirahat mental. 

Tidur tipe NREM mempunyai 3 tahap ;
  • Tahap pertama, aktivitas otak sama seperti seorang yang terjaga, di mana ia mulai rasa mengantuk, tetapi masih sadar terhadap keributan dan suara di sekitarnya.  
  • Tahap kedua, gelombang otak menjadi lebih lambat dan bertambah besar sambil orang tersebut menjadi lebih rileks. Pada tahap ini sudah lebih sulit untuk membangunkan orang tersebut. 
  • Tahap ketiga, gelombang otak seseorang menjadi besar dan lebih lambat, yang dikenal dengan gelombang delta.  

kebutuhan istirahat tidurOrang merasakan suasana rileks yang mendalam di mana ia sama sekali tidak sadar terhadap apa yang sedang terjadi di alam sekitarnya. Inilah yang disebut dengan tidur yang nyenyak. Tidur tipe NREM biasanya memakan waktu sekitar 40 menit setelah Anda mulai tidur, kemudian Anda memasuki tidur tipe REM, penting untuk memulihkan fungsi mental dan emosi Anda.  Tidur ini dikenal juga dengan sebutan istirahat mental di mana tiba-tiba catatan electroencephalographmenunjukkan lemparan-lemparan kegiatan listrik seolah-olah orang itu sudah dalam keadaan bangun.  

Pada tidur tipe REM ini, biji mata orang yang tidur itu bergerak bolak balik dengan sangat cepat dan orang tersebut dapat mulai mendengkur, berjalan selagi tidur, ngompol, dan gemertak gigi.  Selama tidur tipe REM ini, selalu terjadi mimpi, meskipun hal itu tidak dapat diingat keesokan harinya.  Kedua tipe tidur ini akan terulang 4 sampai 6 kali setiap malam dalam 90 menit putaran.  Jelaslah bahwa tidur tipe NREM dan REM, sama penting untuk kehidupan kita agar dapat menjamin adanya isitrahat secara fisik maupun mental.

Tubuh bekerja setiap hari menurut siklus 24 jam (circadian rhythm). Ini berdasarkan musim yang beraneka ragam di mana terdapat variasi panjangnya hari dan malam.  Pada umumnya panjangnya siang hari mempengaruhi keluarnya hormon dan intensitas dari sekresinya. Hormon di mana sekresinya dipengaruhi oleh masa tidur termasuk:

(1) Cortisol.   


Hormon ini dikeluarkan pada periode kedua dari tidur Anda, di mana gunanya untuk menyediakan tubuh Anda untuk melakukan kegiatan hari berikutnya.  Cortisol berguna untuk berbagai hal termasuk mempengaruhi kadar gula darah, mengatur kadar sodium dan kalium, mengatur tekanan darah  dan mempengaruhi kekuatan otot Anda dan menghadapi stressor kehidupan.  Bilamana Anda tidur secara teratur, maka sekresi cortisol juga akan dikeluarkan secara teratur.

(2) Growth Hormone.  


Hormon ini disekresikan secara maksimum sewaktu Anda lagi tidur menjelang tengah malam (pada periode pertama dari tidur).  Hormon ini penting untuk pertumbuhan dan mempengaruhi transportasi asam amino ke otak (tryptophan) ke kelenjar pineal untuk merubah serotonin menjadi melatonin dan Anda dapat tidur dengan nyenyak.  Kemudian growth hormone juga membuat apa yang telah dipelajari lebih berdaya guna.  Tidaklah heran bilamana Anda telah belajar untuk menghadapi ujian, kemudian tidur dengan baik sehari sebelum ujian, Anda dapat lebih mengingat pelajaran yang telah dipelajari.  Bilamana growth hormone ini tidak disekresikan maka akan terjadi penurunan kekebalan di mana produksi dari cytotoxic T cells akan menurun, sehingga Anda mudah untuk menderita penyakit.  Tidaklah heran sebutan “Early to bed, early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise”perlu dipraktekkan dalam kehidupan kita.

I S T I R A H A T   M I N G G U A N


    Menurut circaseptan rhythm bahwa irama tubuh seseorang berlangsung selama 7 hari.  Hal ini sesuai dengan penemuan Dr. Halberg, ahli riset biorhythm yang mendokumentasikan bahwa manusia memiliki irama tubuh 7 hari.  Dalam penelitiannya yang dilakukan dalam suatu gua, di mana jantung seseorang dipantau selama beberapa bulan dalam kondisi yang dikontrol.  Orang tersebut  sama sekali tidak mengalami gangguan dalam irama tubuhnya yang disebabkan faktor lingkungan dunia luar.  Setelah datanya dianalisa, ternyata didapatkan bahwa denyutan jantungnya menunjukkan suatu circaseptan rhythm.

    Penelitian dilanjutkan dengan penemuan-penemuan yang baru misalnya si penerima cangkokan ginjal cenderung untuk menolak ginjal baru dalam kurun waktu 7 hari berikut 14 hari setelah menjalani operasi.  Selain itu juga didapati bahwa observasi Fibrinogen (unsur pembekuan darah yang meningkatkan resiko serangan jantung) juga memiliki irama tubuh 7 hari

0 komentar:

Post a Comment